manadosiana.net, MANADO – Pimpinan DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa ratusan sopir mikrolet yang mendatangi Kantor DPRD Sulut pada Kamis (29/1/2026). Ia memastikan seluruh tuntutan para sopir telah diterima secara resmi oleh lembaga legislatif.
Dalam pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa, Royke mencatat poin-poin krusial yang menjadi keresahan para pengemudi angkutan kota di Manado.
Royke mengungkapkan bahwa poin utama yang disampaikan para sopir adalah permintaan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Bus Trans Manado.

“Mereka menginginkan agar supaya Bus Trans yang sementara beroperasi saat ini dapat dievaluasi kembali. Menurut mereka berdampak sangat besar dalam penghasilan mereka, apalagi selama tiga bulan diberikan gratis kepada masyarakat,” kata Royke di ruang kerjanya.
Selain soal evaluasi, para sopir juga tegas menolak rencana penambahan jalur untuk Angkutan Massal Berbasis Jalan dengan skema Buy The Service (BTS) tersebut.
Menanggapi tekanan dari massa aksi, Royke yang saat itu didampingi oleh legislator Amir Liputo dan Ruslan Abdul Gani, berjanji tidak akan mendiamkan aspirasi tersebut. Namun, ia menekankan adanya prosedur birokrasi yang harus dilalui.
Berikut adalah langkah-langkah yang akan diambil DPRD Sulut, kata Royke bahwa aspirasi akan dikoordinasikan melalui komisi terkait untuk diteruskan kepada Ketua DPRD. Pihaknya juga akan menyusun surat keputusan atau undangan rapat untuk menjadwalkan pertemuan dengan Pemerintah Kota Manado serta stakeholder terkait.
“Kami akan menindaklanjuti secepat mungkin. Dan saya berharap ini pada minggu depan sudah ada rapat koordinasi bersama dengan pihak terkait dalam hal ini tentu Pemerintah Kota Manado,” pungkasnya.






Komentar