Noudy Tendean Apresiasi Program Presiden RI Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa di Remboken.

Kementerian Dalam Negeri

MINAHASA RAYA41 Dilihat

Jakarta, ManadoSiana – Dr. Noudy Reinold Pierre Tendean, S.IP., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas peresmian Program Sekolah Rakyat oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program nasional ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan, dengan total 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Seluruh satuan pendidikan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling bawah dan kategori miskin ekstrem.

Dr. Noudy Tendean menilai, kebijakan strategis ini tidak sekadar merupakan pembangunan sarana fisik pendidikan, melainkan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya pada tujuan bernegara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program Sekolah Rakyat ini adalah implementasi konkret dari cita-cita luhur para pendiri bangsa. Negara hadir dan berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan yang layak, ujar Noudy Tendean.

Sebagai putra asli Kabupaten Minahasa, tepatnya dari Kecamatan Remboken, Noudy Tendean mengaku merasa bangga dan terharu atas perhatian besar Presiden Republik Indonesia terhadap sektor pendidikan rakyat kecil. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menerjemahkan tujuan bernegara ke dalam kebijakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Saya sebagai putra asli Remboken, Minahasa, tentu mengapresiasi dan merasa bangga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah mengimplementasikan secara nyata arti tujuan bernegara, khususnya mencerdaskan kehidupan bangsa, ungkapnya.

Menurut Noudy, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bukti keberpihakan negara kepada masyarakat paling rentan, sekaligus membuka harapan baru bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Ia meyakini, pendidikan yang tepat sasaran akan menjadi pintu masuk bagi perubahan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Lebih lanjut, Noudy Tendean menegaskan keyakinannya bahwa anak-anak yang saat ini mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu mengangkat harkat serta martabat orang tua dan keluarga mereka.

Kami yakin dan percaya, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini ke depan akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengubah masa depan keluarga mereka, sekaligus berkontribusi positif bagi daerah dan negara, tambahnya.

Secara khusus, Noudy Tendean juga menyampaikan rasa syukur karena salah satu Sekolah Rakyat, yakni Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa (Andreano), berlokasi di Kecamatan Remboken, daerah yang menjadi tempat kelahirannya. Ia menilai hal tersebut sebagai anugerah sekaligus amanah besar untuk terus mendorong kemajuan pendidikan di tanah Minahasa.

Sebagai anak daerah, saya bersyukur kampung halaman saya, Remboken, menjadi lokasi Sekolah Rakyat. Ini adalah harapan besar bagi generasi muda Minahasa ke depan, tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Dr. Noudy Reinold Pierre Tendean menyampaikan doa dan harapan tulus bagi Presiden Republik Indonesia agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa dan negara.

Tulus dan mulia cita-citamu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sehat selalu dalam memimpin bangsa dan negara ini. Hormat,” tutupnya dengan penuh semangat nasionalisme.(Andreano)

Komentar