Stela Woran Kepala Sekolah SD GMIM Langowan Buka Langsung Ujian Sumatif 2026.

Pemerintah Kabupaten Minahasa

Ujian Sumatif Akhir Jenjang Digelar, SD GMIM Langowan Harapkan Dukungan Pemerintah untuk Peningkatan Fasilitas

Minahasa, ManadoSiana – Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SD GMIM Langowan, Stela Woran, M.Pd.K, kegiatan Ujian Sumatif Akhir Jenjang (USAJ) tingkat Sekolah Dasar resmi dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026. Pelaksanaan ujian ini turut didampingi oleh pengawas sekolah Winda Wokas, S.Pd.K, bersama seluruh siswa yang mengikuti ujian dengan penuh semangat dan kesiapan.

Ujian Sumatif Akhir Jenjang merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan di tingkat dasar, sebagai penentu capaian akhir siswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Sekolah, Stela Woran, menyampaikan harapannya agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan akademik siswa dalam menghadapi ujian ini sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran selama ini.

Diharapkan para siswa bisa mengikuti ujian dengan baik dan meraih hasil yang maksimal, sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal yang cukup ujar Woran.

Tercatat, jumlah siswa yang mengikuti ujian di SD Negeri Satu Langowan sebanyak 38 orang. Dengan jumlah tersebut, pihak sekolah berharap ke depan akan terjadi peningkatan jumlah peserta didik, mengingat lokasi sekolah yang strategis berada di pusat Kota Langowan.

Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah. Diketahui, SD Negeri Satu Langowan kerap terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Air yang meluap dari area sekitar, khususnya dari samping Lapangan Swars Langowan, sering masuk ke lingkungan sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi sekolah kami, terutama terkait banjir yang sering terjadi dan menghambat kegiatan belajar. Selain itu, melalui program rehabilitasi sekolah, kami juga berharap SD Negeri Satu Langowan bisa menjadi salah satu prioritas, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh para guru yang menginginkan adanya peningkatan fasilitas sekolah demi kenyamanan dan keselamatan siswa dalam proses belajar. Mereka berharap adanya perbaikan infrastruktur agar para siswa dapat menikmati lingkungan belajar yang layak dan kondusif.

Dengan pelaksanaan ujian ini, diharapkan seluruh siswa dapat lulus dengan hasil terbaik, sekaligus menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Satu Langowan. (Andreano)