BITUNG, Manadosiana.net – Kabar gembira datang dari pesisir Kota Cakalang. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung baru saja meluncurkan program kesehatan inovatif bertajuk CANDI POSITIF (Posyandu Pesisir Sehat dan Aktif), Senin (9/2/2026).
Berlokasi di Posyandu Matahari III, Kelurahan Bitung Barat I, program ini hadir bukan sekadar seremoni. Ini adalah jawaban atas pergumulan warga pesisir yang selama ini berhadapan dengan tantangan sanitasi hingga minimnya edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selama ini, Posyandu identik dengan urusan ibu dan anak. Namun, lewat CANDI POSITIF, Pertamina mendobrak batasan itu. Layanan kesehatan kini diintegrasikan agar bisa menyentuh seluruh lapisan: dari lansia, remaja, hingga para pejuang laut alias nelayan.
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menegaskan bahwa Posyandu harus menjadi pintu gerbang utama kesehatan masyarakat.
“Program CANDI POSITIF ini kita arahkan untuk memperkuat peran Posyandu. Jadi bukan cuma pemeriksaan kesehatan biasa, tapi ada edukasi PHBS dan kepedulian lingkungan pesisir. Kita ingin manfaatnya terasa dalam jangka panjang,” ujar Dody usai prosesi pengguntingan pita.
Suasana peresmian terasa hidup. Selain fasilitas baru, warga juga dibekali ilmu tentang dampak polusi laut terhadap kesehatan yang dipaparkan tim medis Puskesmas Bitung Barat. Menariknya, panitia membagikan voucher bagi warga yang aktif bertanya, membuat diskusi makin ‘panas’.
Wahyudin Rauf, salah satu warga setempat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, akses kesehatan gratis untuk nelayan adalah sesuatu yang sangat dinanti.
“Posyandu ini sangat membantu. Selama ini kita pikir cuma untuk ibu dan anak, ternyata nelayan juga diperhatikan. Pemeriksaan gratis ini penting sekali karena kerja di laut itu berat, fisik harus kuat,” tuturnya.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menjelaskan bahwa CANDI POSITIF adalah bagian dari komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).
“Ada tiga poin besar yang kita sasar: SDG 3 soal kesehatan, SDG 10 untuk memangkas kesenjangan akses, dan SDG 14 terkait ekosistem lautan. Kami ingin masyarakat pesisir tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga sadar akan kebersihan lingkungan laut mereka,” jelas Rum.
Langkah Pertamina ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan kemandirian kesehatan berbasis komunitas di wilayah pesisir Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.
Warga yang ingin tahu lebih lanjut soal program atau produk Pertamina bisa mengunjungi laman mypertamina.id, akun resmi @pertaminasulawesi, atau hubungi Call Center 135.
