Mahasiswa Asing Asal Sudan Takjub dengan Toleransi di Manado

manadosiana.net, MANADO — Mendapat predikat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia bukan isapan jempol belaka.

Hal itu dirasakan langsung sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang tengah mengeyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Manado.

Berstatus sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Osama Mohamed Tom, Ahmed Hatim Abdullah, Ali Muhammad Abdullah dan Husham Elsadig Jumaa mengaku terpukau dan bahagia bisa menginjakkan kaki dan menikmati toleransi di Indonesia khususnya di Kota Manado.

Kepada manadosiana.net, keempat mahasiswa dari Benua Afrika ini mengatakan, tingkat toleransi, keragaman budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia patut diacungi jempol.

“Pengalaman positif ini sering kali mematahkan stigma negatif yang kami dengar sebelumnya, terutama terkait kehidupan beragama, minoritas dan perbedaan budaya serta warna kulit yang ditakuti sebelum kami datang,” ujar mereka.

Karena itulah, dilanjutkan, mereka merasa nyaman kuliah karena lingkungan kampus yang penuh toleransi.

“Kami juga terkesan dengan tradisi saling berkunjung saat hari raya antarumat beragama,” tutur salah satu dari mereka dan diiyakan yang lainnya.

Keramahtamahan warga Manado, juga diakui tidak bisa didapat di negara lain. Apalagi, kata mereka, senyum serta sapaan warga tidak pernah lepas.

“Kami bahagia tinggal di Manado. Semua ramah, dari orang tua, anak-anak apalagi, semua

Selain soal toleransi, keindahan kota dan alam di Manado juga patut menjadi penyemangat dalam menuntut ilmu di ‘Kota Tinutuan’.

“Ya, merupakan nikmat yang luar biasa untuk bisa ada disini. Jika suatu saat kami akan pulang ke negara kami, hal ini akan menjadi cerita indah yang akan kami sampaikan ke sanak keluarga dan masyarakat di Sudan,” tutup mereka.

Seperti yang terpantau manadosiana.net, keempat mahasiswa ini tidak hanya berkutat dengan kehidupan kampus.

Mereka tidak segan untuk berbaur bersama masyarakat terutama di Kelurahan Malendeng untuk setiap kegiatan-kegiatan baik itu keagamaan maupun sosial lainnya.

Kerap, mereka hadir untuk membagikan ilmu yang mereka kuasai seperti bahasa asing (Inggris dan Arab) kepada masyarakat luas terutama anak-anak di tingkatan sekolah madrasah

(Anggawirya Mega)