Minahasa, ManadoSiana – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Waket DPD GAMKI Sulawesi Utara, Yayasan Alpha Indonesia, Klinik GMIM Tondano, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa menggelar kegiatan bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan donor darah yang berlangsung di lokasi pelatihan Bahasa Jepang, Desa Tonsea Lama, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Senin (1/6/2026).
Ketua Wartawan ucapkan banyak terima kasih Kepada ibu dewan DPRD Kabupaten Minahasa, yang juga selaku Waket GAMKI Sulut yang mengadakan Kegiatan
yang Mulia, Bersama Seluruh Seluruh Insan Pers Minahasa yang turut Hadir pungkasnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan para peserta pelatihan Bahasa Jepang yang mengikuti berbagai layanan kesehatan serta donor darah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Liony Leontin Mongi, bersama jajaran Polres Minahasa dan para mitra yang terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut.
Kapolres Minahasa, AKBP J.R. Simbar, SIK, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah dan pelayanan kesehatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian Polres Minahasa terhadap masyarakat sekaligus bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Kami berharap melalui kegiatan donor darah dan bakti sosial ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar dan dapat menyelamatkan nyawa sesama. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa sekaligus penggagas kegiatan, Liony Leontin Mongi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPD GAMKI Sulawesi Utara bersama Yayasan Alpha Indonesia dan berbagai pihak lainnya.
“Kami dari DPD GAMKI Sulawesi Utara bersama Yayasan Alpha Indonesia melaksanakan bakti sosial dalam rangka Hari Lahir Pancasila. Kami juga berkolaborasi dengan Klinik GMIM di Tondano serta PMI Kabupaten Minahasa. Peserta donor darah yang hadir kurang lebih 30 orang, sebagian besar merupakan siswa pelatihan Bahasa Jepang dan ada juga dari masyarakat umum,” jelas Liony.
Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis yang disediakan dalam kegiatan tersebut banyak dimanfaatkan oleh warga Desa Tonsea Lama. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena layanan kesehatan diberikan langsung di tengah-tengah masyarakat sehingga memudahkan mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lebih jauh.
“Banyak masyarakat yang merasa terbantu karena terkadang mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit. Dengan adanya pelayanan kesehatan gratis ini, mereka sangat senang dan antusias. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang,” tambahnya.
Liony juga menjelaskan bahwa lokasi kegiatan tersebut merupakan pusat pelatihan Bahasa Jepang yang telah banyak menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang. Para peserta mengikuti pelatihan dasar selama enam bulan sebelum melanjutkan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang hingga memasuki tahap keberangkatan.
“Setelah mengikuti pelatihan dasar, mereka akan terus belajar sampai proses keberangkatan. Para peserta yang telah lolos seleksi perusahaan di Jepang sudah memiliki kontrak kerja sebelum diberangkatkan. Saat tiba di Jepang, mereka hanya menjalani pelatihan singkat sekitar satu bulan sebelum mulai bekerja di perusahaan masing-masing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Liony mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 1.500 tenaga kerja Indonesia yang pernah mengikuti pelatihan di tempat tersebut telah bekerja di Jepang. Hal itu menjadi bukti nyata keberhasilan program pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi generasi muda Indonesia.
Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Selain donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara aparat kepolisian, organisasi kepemudaan, lembaga sosial, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Masyarakat Desa Tonsea Lama menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Minahasa, DPD GAMKI Sulawesi Utara, Yayasan Alpha Indonesia, Klinik GMIM Tondano, dan PMI Minahasa yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan gratis serta donor darah di desa mereka.
Warga berharap kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(Andreano)
