Bagikan ke :

Jakarta – Beredarnya foto aksi dan spanduk berisikan seruan pengusiran warga Negara Israel dari Indonesia di Sulawesi Utara sempat viral dengan mengatasnamakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), mendapat bantahan dari KNPI yang sah.

Untuk itu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI mengajak masyarakat tidak terprovokasi isu Palestina – Israel.

Sekjend KNPI, Addin Jauharudin, berdasarkan nomor AHU.0000037.AH.01.08.Tahun2019 mengklrarifikasi bahwa aksi tersebut bukanlah bagian dari KNPI, namun oknum yang mencatut keorganisian KNPI.

“Ini adalah Momentum bagi pemerintah untuk menertibkan keorganisasian KNPI secara administrasi, sehingga tidak keluar opini yang menyesatkan di masyarakat” kata Addin.

Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berbau SARA, serta mengenaskan kepada masyarakat agar isu Palestina jangan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Semua pihak harus menjunjung tinggi nilai rasa kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional”, ungkapnya.

Addin mengecam tindakan serangan Israel terhadap palestina karena merupakan kejahatan dan pelanggaran HAM berat.

KNPI juga mendorong kemerdekaan rakyat Palestina sebagai sebuah negara, harus segera diakui oleh PBB.

“Hal ini sesuai dengan amandemen UUD tahun 2002 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa ” kata Addin.

“Palestina dan Israel sebagai sebuah bangsa tidak bisa kita nafikan, namun sikap politik yang menyerang satu bangsa terhadap bangsa lainnya harus kita lawan,”terangnya.

Addin Jauharudin mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Kami mendukung langkah yang telah diambil pemerintah Indonesia untuk menyerukan penghentian kekerasan dan gencatan senjata”, pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi KNPI Sulut, Franciscus Enoch mengatakan, bahwa di Sulut tidak ada spanduk penolakan dari KNPI untuk Israel.

Apalagi menurutnya di Sulut tidak termakan dengan persoal Israel dan Palestina.

“Karena itu jangan merusak keberagaman di Sulut. Apalagi mengatasnamakan KNPI,” ujarnya.