Minahasa, ManadoSiana – Kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH, ke Kabupaten Minahasa pada Rabu (7/1/2025) memantik perhatian publik.
Pasalnya, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarat pesan evaluatif dan penguatan kinerja penegakan hukum di daerah.
Kajati Sulut secara langsung melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Minahasa setelah hampir tiga bulan menjabat, dan baru pada bulan ini berkesempatan hadir di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi awak media di sela-sela kegiatan.
Sudah memasuki bulan ketiga saya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, dan baru pada bulan ini saya bisa melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Minahasa, ungkap Pattipeilohy.
Lebih lanjut, Kajati menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki tujuan strategis, yakni melihat secara langsung berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Minahasa, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kejaksaan, baik dalam aspek penegakan hukum maupun pelayanan kepada masyarakat.
Saya ingin melihat dan mengetahui secara langsung berbagai problem yang ada di Kabupaten Minahasa, termasuk bagaimana kinerja yang telah berjalan dan apa saja yang perlu dibenahi ke depan,tegasnya.
Kajati Sulut juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja tahun 2025 sebagai dasar dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif, profesional, dan berintegritas. Evaluasi tersebut mencakup seluruh lini tugas kejaksaan, mulai dari pidana umum, pidana khusus, pendampingan hukum, perdata dan tata usaha negara, hingga fungsi pelayanan publik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pattipeilohy turut memaparkan adanya program-program baru Kejaksaan Tinggi Sulut yang akan diperkuat dan diimplementasikan secara maksimal di seluruh satuan kerja, termasuk Kejaksaan Negeri Minahasa.
Kami memiliki program baru yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, baik dalam pelayanan hukum kepada masyarakat maupun dalam penanganan perkara, baik pidana umum maupun pidana khusus, pendampingan hukum, perdata, dan fungsi lainnya, tambahnya.
Tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, Kajati Sulut juga menyoroti indikator kinerja yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah, salah satunya adalah penyerapan anggaran, khususnya pada sektor infrastruktur seperti jalan, serta peningkatan produktivitas kinerja aparatur.
Harapan kami, indikator-indikator kinerja dapat terus meningkat, termasuk penyerapan anggaran, khususnya pembangunan jalan, dan yang tidak kalah penting adalah produktivitas dari kinerja aparatur itu sendiri, tandasnya dengan tegas.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal, pembinaan, dan penguatan komitmen seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Minahasa agar senantiasa bekerja sesuai prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, seluruh pejabat struktural, pegawai, serta staf Kejaksaan Negeri Minahasa. Hingga berita ini diturunkan, rangkaian kegiatan Kajati Sulut di Kabupaten Minahasa masih terus berlanjut.(Andreano)
