Rakerwil PW AMAN Sulut Sukses Digelar

Manado – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah (PW) Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut) selama tiga hari (25-27-2023) sukses digelar di Manado.

Rakerwil turut dihadiri, Deputi I Sekjen AMAN, Eustobio Reroringgi dan Dewan AMAN Nasional (Damanas) Region Sulawesi, Bata Manurun.

Ketua PW AMAN Sulut, Kharisma Kurama membuka secara resmi kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, Kharisma menjelaskan Rakerwil merupakan mekanisme keputusan organisasi di bawah Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dilaksanakan sekali dalam dua tahun.

“Jadi lewat Rakerwil, PW AMAN Sulut telah menjabarkan Garis-garis Besar Program Kerja (GBPK) yang dituangkan menjadi program kerja¬† operasional. Artinya AMAN Sulut telah memiliki acuan kerja selama 5 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran organisasi dalam melayani 150 Komunitas Adat yang ada di Sulut, ” kata Kharisma.

Tambahnya, kegiatan ini juga telah melahirkan sejumlah rekomendasi-rekomendasi strategis organisasi. Diantaranya, perutusan kader masyarakat adat yang akan ikut bertarung dalam proses politik ke depan.

“Tentunya kami selaku masyarakat adat mendukung penuh bagi setiap kader untuk maju di pemilihan legislatif 2024. Sehingga pengutusan kader itu penting dilakukan, ” Jelasnya.

Menurutnya, pada Rakerwil juga telah disampaikan hasil keputusan Rapat Pengurus Besar (RPB) AMAN yang telah membekukan 5 PD di wilayah Sulut, yakni PD Kotamobagu, PD Bolteng, PD Bolsel, PD Boltim, PD Bolmong.

“Itu berarti komunitas -komunitas adat di bawah PD-PD tersebut akan menjadi tanggungjawab langsung PW AMAN Sulut, ” terangnya.

“Melihat kondisi organisasi yang dibaca selama proses Rakerwil, salah satu sorotan serius juga mengarah pada penguatan struktur kerja organisasi baik di tingkat wilayah maupun daerah. Ini penting untuk mewujudkan cita-cita AMAN yang tanggap membela dan aktif melindungi serta cepat melayani, ” jelasnya.

Setelah Rakerwil salah satu agenda terdekat yaitu melaksanakan verifikasi Komunitas Adat dan pemetaan wilayah adat. Karena ini adalah mandat Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI yang harus segera ditindaklanjuti.

“Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Deputi I Sekjen AMAN, Eustobio Reroringgi dan Dewan AMAN Nasional (Damanas) Region Sulawesi, Bata Manurun yang sudah memfasilitasi proses Rakerwil di PW Sulut, ” kuncinya.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *