Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut Rocky Wowor Terima Aspirasi Pelaku UMKM Sulut

Manadosiana.net, MANADO – Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut Rocky Wowor, Selasa (24/5/2021), menerima aspirasi dari pelaku UMKM Sulut. Hal tersebut tentu mrnjadi perhatian para Wakil Rakyat untuk diperjuangkan segala keluh kesah pelaku UMKM.

Rocky menyampaikan bahwa, pelaku UMKM ini perlu disiapkan sebuah wadah agar supaya, kata dia, para pelaku UMKM di Sulut tidak hanya menjual secara langsung tetapi menjual secara online juga.

“Jadi pelaku UMKM dan dinas koperasi harus melakukan kerjasama supaya produk yang dihasilkan bisa dipasarkan secara online,” katanya.

Dikatakan Rocky, Kementerian Koperasi telah lakukan kerjasama dengan toko online dan hal ini telah disampaikan ke pemerintah daerah. Sehingga, lanjut Rocky menjelaskan, dalam proses ke depannya dan semua yang berhubungan dengan UMKM akan didaftar semua ke toko online itu.

‚ÄúJadi pemerintah pusat mendorong semua harus didaftar dan masuk di wadah ini,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Sulut ini mengatakan, dengan adanya toko online, pemerintah tidak akan membeli langsung ke pelaku UMKM, tetapi, kata Legislator Dapil BMR ini mengatakan, membeli produk tersebut langsung di toko online.

“Jadi pemerintah nda mo beli langsung itu tetapi pemerintah akan membelinya di toko online. Jadi, pelaku UMKM harus daftar di toko online itu yang sudah diverifikasi oleh pemerintah pusat dan lebih gampang,” katanya.

Adapun yang dikatakan Staf Khusus Gubernur Sulut, Firasat Mokodompit yang saat itu turut mendampingi pelaku UMKM. Dirinya mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan dari Anggota DPRD Sulut, Rocky Wowor. Ia menjelaskan, pelaku UMKM Sulut sering kali berhadapan dengan proses perizinan yang sulit.

“Proses pengurusan perizinan mulai BPOM harus dibayar, sertifikat halal harus dibayar, Haki di Kementerian Hukum dan HAM musti dibayar. Ini yang menjadi kendala dari pelaku UMKM,” pungkasnya.

Untuk itu, dirinya minta dukungan DPRD Sulut agar supaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi mendapatkan dana tambahan dalam APBD Perubahan sehingga dapat memacu pembinaan dan naik kelas pelaku UMKM bisa tercapai.

“Masalah selajutnya, packaging dikemasan menjadi problem karena yang ada di UMKM itu biasa-biasa, jadi dorang baru bekeng packaging yang sesuai standar. Torang mo nae kelas mo go Sulut tantu packaging musti bagus,” tuturnya.

Ia menambahkan proses pembuatan packaging dinilai cukup mahal sehingga pelaku UMKM menaikan harga barang untuk menutupi biaya pembuatan packaging.

“Kami sudah melakukan pendekatan dengan Dinas Koperasi Sulut karena ada dana DAK yang dimungkinkan untuk membangun rumah besar packaging. Kalau itu terwujud tahun depan sehingga kami pelaku UMKM memohon bantuan kepada Pak Rocky mendorong kepada Dinas Koperasi dan Disperindag untuk membuat ini,” tandas Mokodompit.

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *